Sony sepertinya masih berusaha keras untuk mengembalikan taringnya pada dunia Smartphone, setelah beberapa minggu terakhir kabar berhembus tentang bocoran-bocoran untuk paten terbaru Smartphone Xperia yang akan rilis dengan beberapa fitur barunya nampaknya itu belumlah cukup, ada lagi berita bocoran terbaru dimana Sony siap hadirkan Xperia F sebagai Smartphone lipat pertama yang akan diproduksi untuk imbangi para pesaingnya.

Bulan lalu, Media Teknologi dan Smartphone dari China CNMO mengungkapkan bahwa Sony sedang mengembangkan smartphone 5G yang dapat dilipat, yang akan diluncurkan tahun depan dengan nama Sony Xperia F. Perangkat ini akan memiliki layar OLED yang fleksibel didapat dari Samsung.

Namun, ada yang berbeda dengan berita rumor awal bulan ini muncul rumor baru melalui Twitter Smartphone lipat Sony di masa depan. Namun kali ini, dilaporkan bahwa itu adalah smartphone yang juga dilipat. Prototipe akan menggunakan layar LG dan dilengkapi dengan kamera zoom 10x, berbeda dengan rumor sebelumnya yang mengatakan Samsung sebagai penyedia layar untuk Xperia F ini.

Tidak seperti banyak pabrikan smartphone lainnya, Sony diketahui adalah perusahaan yang mengajukan paten yang relatif sedikit untuk teknologi Smartphone lipat, tidak sepert para rivalnya seperti Samsung dan Huawei. LetsGoDigital melaporkan pada akhir tahun lalu tentang smartphone Sony dengan layar transparan dua sisi, teknologi ini juga dapat digunakan untuk smartphone yang dapat dilipat atau digulung.

Smartphone lipat dari Sony dengan layar di luar

Bocoran Paten Sony Xperia F Foldable Phone

Kali ini kabar terbaru yang datang dari Sony Corporation adalah di mana tampilan yang fleksibel dijelaskan dengan sensor di layar. Paten baru-baru ini diajukan, pada 4 Maret 2019, dari Amerika ke WIPO (World Intellectual Property Office). Paten yang dijelaskan secara teknis berjudul ‘unit tampilan’ diterbitkan pada tanggal 27 Juni 2019.

Layar fleksibel yang dipatenkan dari Sony memiliki setidaknya tiga sensor; sensor tekanan, sensor suhu dan sensor akselerasi. Secara opsional, sensor foto dan sensor resistensi dapat ditambahkan. Sensor-sensor ini dapat mendeteksi apakah pengguna memegang smartphone dan bagaimana hal itu dilakukan.

Sensor membantu menentukan bagian mana dari layar yang dilihat secara visual, sehingga antarmuka dapat disesuaikan, untuk memberikan pengalaman pengguna yang optimal.

Gambar diam atau gambar bergerak dalam bentuk screen saver dapat ditampilkan pada bagian non-visual, sehingga kecepatan refresh bagian layar itu dapat dibatasi sehingga menghemat energi. Gambar foto hanya menunjukkan satu warna, misalnya warna perumahan. “Ini akan memancarkan kesatuan dan orisinalitas,” dinyatakan dalam deskripsi paten.

Lebih lanjut, dokumentasi menunjukkan bahwa teknologi ini ditujukan untuk smartphone dengan layar di luar ketika perangkat dilipat. Dengan secara kreatif merancang bagian non-visual layar, dengan menggunakan screen saver atau foto, adalah hal yang mungkin untuk mencegah pengguna melihat bagian depan layar jadi gambar didalam display menjadi sekat antara layar depan dan belakang, sementara orang lain dapat menonton dari bagian belakang perangkat. Dengan cara ini, privasi pengguna dapat dijamin dan permukaan layar yang ada digunakan dengan cara yang asli, sementara konsumsi baterai diminimalkan.

Selain itu, teknologi yang dipatenkan dapat diterapkan pada smartphone dengan tampilan dua sisi, seperti yang juga dapat dilihat pada dua sketsa paten. Deskripsi tersebut juga menyatakan bahwa tombol kontrol yang dipasang di bagian depan juga dapat ditempatkan di bagian atas, sehingga Anda memiliki tampilan layar penuh yang Anda inginkan baik di depan maupun di belakang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here